MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KAJEN - Dalam rangka Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang
bertema "Hubungan Islam dan Negara" dengan pembicara Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan mengerahkan jamaahnya dari 16 ranting se-Cabang Pekajangan dengan ortomnya untuk menghadiri pengajian Ahad Pagi tersebut yang bertempat di Masjid Raya Al-Khuzaemah, Jl. Pahlawan Gejlig Kajen Pekalongan (18/8/2024).
Pemberangkatan peserta dari Cabang Pekajangan dimulai dari Gedung Dakwah Muhammadiyah Pekajangan menuju Masjid Raya Al-Khuzaemah Kajen untuk menyemarakkan pengajian tersebut, karena bertepatan dibulan Agustus yang mana menjadi penyemangat warga Muhammadiyah untuk bersama dalam melaksanakan syiar islam.


Dalam tausiahnya, Dr. KH. Tafsir, M.Ag menyampaikan dalam memahami Indonesia dari sudut pandang Ibnu khaldun. Menurut Ibnu Khaldun dalam bahwa negara itu bisa di pahami sabagaimana fase manusia, dimana fase manusia sangat lekat perkembangan selama 40 hari, maka seperti itu pula negara bisa dilihat perubahan atau perkembanganya dalam fase 40 tahun, apabila suatu negara gagal dalam membentuk generasi 40 tahun pertama dan kedua maka negara itu akan hancur pada fase 40 tahun tiga. Beliau juga berpesan kepada warga Muhammadiyah di Pekalongan dan sekitarnya bahwa semangat 45 harus digelorakan dan terus disampaikan kepada setiap generasi terutama generaai pertama kepada generasi berikutnya, karena jika generasi kedua dan ketiga tidak tahu bagaimana perjuangan para pendahulunya dalam memperjuangkan kemerdekaaan maka mereka akan menjadi generasi yang rapuh, mudah protes dan mudah mengeluh. Fase negara tidak jauh berbeda dengan fase manusia, salah satu fase manusia yang sangat penting adalah di umur 40 tahun baik secara individu maupun berkeluarga, seperti itu pula negara Indonesia yang sudah berada dipenghujung 40 tahun kedua, Indonesia dalam goncangan masalah yang besar. Maka setiap generasi harus terus menyuarakan semangat 45 ke generasi setelahnya agar generasi berikutnya tidak kehilangan arah. Terkahir menutup pengajian ahad pagi beliau menyampaikan karakter KH. Ahmad Dahlan yang patut kita tiru yaitu:
- Sedikit bicara, banyak bekerja
- Pelan tapi pasti
- Menghindari konfrontasi / mengutamakan koperatif

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan bersama dari tingkat ranting sampai cabang untuk kebersamaan dan kekompakan warga Muhammadiyah khususnya di cabang Pekajangan, harapannya kedepan warga Muhammadiyah bisa semangat dan aktif mengikuti pengajian pitulasan, yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebagai sarana dakwah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan.
Sumber Berita : MPI PCM Pekajangan
Powered by Froala Editor