MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan penaggulangan bencana, SD Muhammadiyah 4 Plus Pekajangan mengadakan kegiatan Kids Rescue pada Kamis (04/01/2024) dengan mengundang Narasumber Dari LRB MDMC Kabupaten Pekalongan. Pada kegiatan ini Tim LRB MDMC membekali siswa dengan wawasan tanggap darurat bencana dan pemberian pertolongan pertama pada korban gempa, mereka menjadi lebih siap dan mampu bertindak dengan bijak saat terjadi gempa bumi. Siswa diajarkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melindungi diri sendiri dan membantu orang lain dalam situasi darurat. Selain itu, siswa juga dapat menjadi sumber pengetahuan dan pemimpin dalam upaya penanggulangan bencana di komunitas mereka, mengajarkan apa yang mereka pelajari kepada orang lain.

Simulasi kesiapsiagaan bencana gempa di SDM 4 Plus Pekajangan
Sejumlah siswa berpartisipasi dalam simulasi bencana gempa yang diselenggarakan di area SD Muhammadiyah 4 Plus Pekajangan. Melalui latihan ini, siswa belajar bagaimana bereaksi dan menyelematkan diri saat terjadi gempa bumi. Simulasi ini memberikan pengalaman nyata tentang situasi darurat dan membantu siswa memahami pentingnya kesiapan dan tindakan cepat dalam menghadapi bencana. Selama simulasi, siswa berlarian menuju titik-titik evakuasi yang telah ditentukan, menghindari bahaya dan merasakan ketegangan yang mungkin terjadi saat terjadi gempa. Para siswa juga diajarkan tentang arahan evakuasi, tanda-tanda bahaya, dan prosedur keselamatan. Simulasi ini bukan hanya menguji pengetahuan dan keterampilan siswa, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar dari situasi darurat yang realistis. Dengan melibatkan siswa dalam simulasi bencana, mereka dapat menjadi lebih siap dan terlatih dalam menghadapi gempa bumi sebenarnya serta dapat menjadi contoh dan sumber motivasi bagi yang lain untuk belajar tentang mitigasi bencana. Melalui upaya seperti ini, siswa dapat mengembangkan sikap tanggap dan kompetensi dalam menghadapi bencana serta dapat memberikan bantuan pada korban dengan langkah-langkah pertolongan pertama yang telah mereka pelajari.

Seperti yang diungkapkan oleh ketua LRB MDMC Kabupaten Pekalongan, Rofiansa Sulthon mengatakan bahwa pentingnya mengenalkan edukasi tentang mitigasi kepada siswa dan guru. Edukasi ini memiliki tujuan yang sangat krusial, yaitu mengurangi risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh bencana. Dengan memahami konsep mitigasi, siswa dan guru dapat menjadi contoh perubahan dalam membangun budaya keberlanjutan dan keamanan di lingkungan sekolah. Melibatkan mereka dalam pembelajaran tentang langkah-langkah konkrit untuk menghadapi bencana tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap proaktif terhadap keselamatan. Dengan demikian, adanya pemahaman mengenai mitigasi di kalangan siswa dan guru tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, tetapi juga membantu menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan bencana.
Para siswa sendiri berantusias dalam mengikuti kegiatan tersebut, karena kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat sebagai bekal siswa kedepannya dalam menanggulangi bencana.
Powered by Froala Editor