MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah menggelar Resepsi Milad IPM ke-63 yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (5/8/2024). Acara tersebut dihadiri PJ Gubernur Jawa Tengah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah, Ortom Tingkat Wilayah, Dinas Kepemudaan dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Majelis Dikdasmen PDM Kab. Pekalongan, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kab. Pekalongan, Ortom Tingkat Daerah, Rektor UMPP, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan dan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Pekajangan.
Bachtiar Dwi Anggara (PW IPM Jateng) selaku Panitia Pelaksana Resepsi Milad IPM ke-63 mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang membantu mensukseskan acara ini, beliau menyatakan bahwa kegiatan Milad IPM yang diadakan di Pekajangan Pekalongan ini diharapkan bisa meningkatkan kreativitas pelajar untuk lebih giat dalam belajar dan berkreasi.

Ketua Umum PD IPM Kabupaten Pekalongan, Fahri Mei Sandy dalam sambutannya menyampaikan bahwa Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini diharapkan tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga kesempatan untuk menampakkan perilaku yang baik sebagai remaja. Dalam perayaan ini, diharapkan setiap pelajar dapat menunjukkan karakter yang positif, seperti integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan menanamkan nilai-nilai tersebut, Ikatan Pelajar Muhammadiyah tidak hanya membentuk individu yang unggul secara akademis, tetapi juga membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan sikap yang penuh empati dan profesionalisme. Semoga milad ini menjadi tonggak untuk meningkatkan komitmen dan semangat dalam menjalankan peran serta tanggung jawab sebagai pelajar dan anggota masyarakat yang berdaya saing.
Daei Aljanni selaku Ketua Umum PW IPM Jateng dalam sambutannya mengatakan, potensi minat pelajar memiliki kekuatan besar untuk memberikan dampak nyata pada lingkungan sekitar, dan hal ini seharusnya menjadi fokus utama dalam kegiatan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Selain melaksanakan program pengabdian yang bermanfaat, IPM perlu mengalihkan perhatian pada aspek sosial yang lebih luas, terutama dalam membantu teman-teman pelajar yang mengalami kendala untuk melanjutkan pendidikan mereka. Dengan mengembangkan inisiatif sosial, seperti program beasiswa, mentoring, dan dukungan akses pendidikan, pelajar dapat memainkan peran aktif dalam menciptakan peluang yang lebih baik bagi sesama. Dampak positif dari langkah ini tidak hanya akan dirasakan oleh individu yang mendapat bantuan, tetapi juga akan memperkuat semangat kolektivitas dan kepedulian di kalangan pelajar secara keseluruhan. Melalui upaya ini, IPM dapat menjadi pelopor perubahan yang mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan adil, serta menginspirasi lebih banyak pelajar untuk berkontribusi secara aktif dalam pembangunan sosial dan pendidikan di komunitas mereka.

PJ Gubernur yang diwakili Kesbangpol Jawa Tengah, Muslichah Setianingsih, mengemukakan bahwa IPM adalah organisasi yang sudah cukup lama dan berpengaruh dalam pendidikan dan remaja. Proses transformasi teknologi yang saat ini sudah merebak, jadi remaja mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi, IPM bisa beradaptasi untuk terus berkembang turut membangun bangsa, aktif mendekatkan diri untuk ilmu dan teknologi serta tidak lupa menggali nilai luhur bangsa. Zaman 4.0 tentunya paper harus diimbangi dengan media teknologi agar tidak ketinggalan zaman khususnya literasi.
KH. Tafsir selaku Ketua PWM Jateng memberikan semangat kepada hadirin ipmawan dan ipmawati bagaimana manusia bermanfaat untuk orang lain, berdaya kita hidup di tengah-tengah perkembangan yang semakin cepat. Beliau menceritakan inspirasi dari kisah hijrahnya para sahabat ke Madinah, yang mana segenap kaum Anshor menawarkan segala kebutuhan kepada kaum Muhajirin, tetapi kaum Muhajirin meminta untuk ditunjukkan pasar untuk berbisnis. Jadi spirit untuk berdaya inilah yang mestinya diterapkan untuk memotivasi untuk pelajar agar tidak mempunyai jiwa menerima tetapi berani bersaing/berkompetisi untuk kemajuan dalam berkehidupan.
Ahmad Dahlan Rais dalam tausiyahnya memberikan pencerahan islam berkemajuan mempunyai makna bahwa islam itu membawa kemajuan diaspek kehidupan, kehadiran islam menerangi peradaban dunia khususnya dibidang ilmu pengetahuan. Muhammadiyah berusaha mengayomi masyarakat khususnya di Indonesia diberbagai bidang.
Adapun 5 karakteristik islam berkemajuan :
1. Berdasarkan al-quran as-sunnah
2. Tauhid
3. Mengembangkan islam wasathiyah
4. Menghidupkan ijtihad dan tajdid
5. Memainkan peran sebagai khalifah dimuka bumi untuk mencapai kehidupan rahmatan lil alamin
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari PW IPM Jateng kepada Bapak Ahmad Dahlan Rais.

Sumber : MPI PCM Pekajangan
Powered by Froala Editor