MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Jawa Tengah menggelar Konsolidasi Wilayah Jawa Tengah yang dilaksanakan di Gedung Rektorat Lantai 7 dan Auditorium Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, pada Sabtu-Ahad, 6-7 Januari 2024 dengan peserta dari Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah di Wilayah Jawa Tengah yang mengusung tema, “Sinergitas Organisasi dalam Mewujudkan Gerakan Perempuan Jawa Tengah Berkemajuan”. Acara tersebut juga dihadiri dari undangan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah 'Aisyiyah Jawa Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah 'Aisyiyah Kabupaten Pekalongan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan serta Rektor Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.

Ketua Umum Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Nasyiah Monica Subastia, S.Pd, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Konsolidasi Wilayah (Konsolwil) ini menandai langkah awal dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi di antara Pimpinan Daerah Nasyiatul 'Aisyiyah se-Jawa Tengah. Acara ini juga sebagai suatu wadah yang memungkinkan terjalinnya silaturahmi yang erat antara para pemimpin daerah dalam organisasi serta sebagai wadah silaturahmi untuk mempererat persaudaraan di antara Pimpinan Daerah, menciptakan lingkungan yang harmonis dan mendukung pertumbuhan positif organisasi secara keseluruhan. Signifikansinya penyelenggaraan Konsolidasi Wilayah (Konsolwil) sebagai inisiatif dalam melakukan pendataan, memiliki urgensi dalam mengukur pencapaian dan keberhasilan selama suatu periode tertentu. Pentingnya proses pendataan ini memberikan landasan yang kuat dalam melakukan evaluasi yang berkelanjutan, memungkinkan penilaian yang objektif terhadap hasil yang telah dicapai.
H. Dodok Sartono, S.E., M.M. selaku Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah turut memberikan pesan kepada kader Nasyiatul 'Aisyiyah mengenai kepentingan menjadi pemimpin yang mampu meninggalkan warisan, nilai-nilai, dan karakter yang dapat diingat dan dijadikan contoh oleh generasi-generasi mendatang. Pentingnya Key Performance Indicators (KPI) dalam konteks organisasi menjadi landasan yang vital untuk mengukur keberhasilan kepemimpinan selama periode tertentu. KPI memberikan gambaran yang jelas tentang pencapaian tujuan dan efektivitas strategi yang diterapkan oleh pemimpin. Oleh karena itu, kepada kader Nasyiatul 'Aisyiyah, penting untuk memahami dan mengadopsi konsep 3K dalam perjuangan di Nasyiatul 'Aisyiyah. Konsep ini mencakup Kesungguhan, Keikhlasan, dan Kesabaran. Kesungguhan diperlukan agar setiap langkah dan usaha yang diambil bersifat tekun dan sungguh-sungguh. Keikhlasan menjadi inti dari pengabdian, di mana tindakan dan komitmen dilakukan dengan niat yang tulus untuk kebaikan bersama. Sementara itu, kesabaran menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dan rintangan yang mungkin muncul selama perjalanan. Dengan memegang teguh nilai-nilai ini, kader Nasyiah dapat membangun fondasi yang kuat untuk kepemimpinan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif dalam menjalankan misi dan visi organisasi.

Pimpinan Wilayah Nasyiatul 'Aisyiyah Jawa Tengah juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerjasama antara Kantor Layanan Lazismu Jawa Tengah dengan PWNA Jawa Tengah. Sekaligus penyerahan penghargaan kepada kader Nasyiatul 'Aisyiyah yang berhasil menang dalam Lomba Desain Batik Nasyiatul 'Aisyiyah. Program unggulan dalam Kantor Layanan Lazismu PW NA Jawa Tengah dalam penandatanganan MoU tersebut diantaranya : Program Kesehatan (Nasyiatul ‘Aisyiyah Cegah Stunting), Program Ekonomi (Pemberdayaan Perempuan Berkemajuan, Ketahanan Pangan Keluarga), Program Kemanusiaan (Siaga Bencana KTMNA), Program Sosial Dakwah (Dakwah Komunitas, Bakti Guru Mengaji).
Kantor Layanan LazisMu PWNA Jawa Tengah berharap dengan adanya program tersebut menjadi sarana kerjasama antara PWNA Jawa Tengah dan LazisMU Jawa Tengah. Melalui program-program pemberdayaan yang menjadi fokus utama Gerakan Nasyiatul 'Aisyiyah Jawa Tengah, diharapkan dapat tercipta dampak positif yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan perempuan. Program pemberdayaan ini mencakup beragam bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pemberdayaan sosial dan budaya. Dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan inovatif dan inklusif, Konsolwil menjadi ajang untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam mencapai tujuan pemberdayaan perempuan. Kesinergian antara Pimpinan Wilayah Nasyiatul 'Aisyiyah dan kader-kader yang berperan di lapangan diharapkan mampu menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan, memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan perempuan Jawa Tengah, dan pada akhirnya, memperkuat eksistensi Gerakan Nasyiatul 'Aisyiyah sebagai agen perubahan yang signifikan di masyarakat.
Powered by Froala Editor