MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, SEMARANG - Pimpinban Cabang Pekajangan menggelar Baitul Arqom yan bertempat di Hotel Amanda Hills Bandungan Semarang yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Ahad tanggal 2-3 Maret 2024. Adapun Pemateri di isi dari Pimpinan Cabang sampai dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.
Adapun materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut diantaranya :
1. Kepemimpinan & Keorganisasian, oleh beliau KH. Tafsir,M.A. (Ketua PWM Jawa Tengah) dan sekaligus membuka acara Baitul Arqom tersebut. Kepemimpinan dalam Muhammadiyah mengacu pada pemimpin-pemimpin yang dipilih secara demokratis untuk mengarahkan dan memimpin organisasi ini. Pemimpin yang dipilih harus memiliki kualifikasi dan komitmen yang tinggi terhadap prinsip-prinsip Muhammadiyah. Mereka bertanggung jawab untuk mengambil keputusan yang strategis dan memimpin pelaksanaan program-program organisasi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
2. Peneguhan Ideologi Muhammadiyah, oleh Drs. KH. Mulyono Kastari (Ketua PDM Kab. Pekalongan). Dalam konteks ini, peneguhan ideologi Muhammadiyah menjadi penting karena membantu memastikan kesamaan visi, misi, dan prinsip dalam gerakan Muhammadiyah serta mencegah terjadinya kesalahpahaman atau interpretasi yang salah tentang ideologi dan prinsip-prinsip gerakan Muhammadiyah. Dalam pelaksanaannya, peneguhan ideologi Muhammadiyah juga melibatkan upaya untuk memahami kembali dan menerapkan ideologi gerakan Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks agama, bangsa, dan negara[3]. Dengan pemahaman yang kuat tentang ideologi Muhammadiyah, diharapkan anggota organisasi dapat menjadi penggerak dakwah yang berkemajuan, berpikiran terbuka, dan berakal sehat.
3. Pemberdayaan Masyarakat, oleh Islah Milono, SE. (ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Kab. Pekalongan). Muhammadiyah sebagai organisasi pemberdayaan masyarakat Islam juga menggunakan istilah "revitalisasi" dalam hal pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Revitalisasi dimaknai sebagai pembaruan dan pemulihan semangat serta kapasitas masyarakat untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, Muhammadiyah memiliki enam pilar utama yang harus terpenuhi, yaitu iman, ilmu pengetahuan, amal shaleh, kekeluargaan, kemandirian, dan gotong royong. Dalam menjalankan pemberdayaan ini, Muhammadiyah memiliki berbagai program dan kegiatan seperti pelatihan, pendampingan, pengembangan kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
4. Menumbuhkan Ekonomi Ranting, oleh Deni Ashari, M.A (Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah). Untuk menumbuhkan ekonomi di ranting Muhammadiyah, ada beberapa langkah dan strategi yang dapat diambil. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan: Pemberdayaan Kewirausahaan, Pengembangan Produk Kreatif, Koperasi, Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia, Kemitraan dan Jaringan Kerja, Pendekatan Berbasis Komunitas.
5. Fathul Qulub yang dipimpin oleh Luqman Hakim, S.Pd. (Sekretaris PCM Pekajangan). Gerakan Fathul Qulub Muhammadiyah bertujuan untuk mengadvokasi nilai-nilai Islami dan meluruskan pemahaman agama serta membina spiritualitas. Program ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat yang memiliki jiwa dan karakter Islam yang baik, serta mampu bersinergi dengan masyarakat sekitar dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Hari kedua, Ahad dini hari (3/4/2024) dimulai dengan kegiatan tahajud dan subuh berjama'ah, dilanjutkan kuliah subuh oleh Drs KH. Ahmad Sulaiman. Pagi menjelang waktunya sarapan dan Outbound yang di prakarsai oleh MPK SDI PDM Kab. Pekalongan. Terakhir Post Test Materi dan Tadabbur Alam.


Sumber Berita dari Shofani (MPI PCM Pekajangan)
Powered by Froala Editor