MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ambokembang menggelar Pengajian Silaturahmi Keluarga Besar Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ambokembang dan Sosialisasi Kebijakan Melalui Media Tradisional pada Rabu,
8 Syawal 1445H / 17 April 2024, di Halaman SD Muhammadiyah Ambokembang. Acara tersebut dihadiri DPRD Jawa Tengah Fraksi PAN, DPRD Kab. Pekalongan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah & 'Aisyiyah Pekajangan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah & 'Aisyiyah Ambokembang serta tamu undangan.
Ketua Ranting Muhammadiyah Ambokembang, Drs. Suhandi dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih dan mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Kegiatan pengajian silaturahmi ini pada mulanya akan dilaksanakan oleh PRM Ambokembang saja, kemudian setelah ada usulan saran dan masukan, maka acaranya digabungkan dengan kegiatan sosialisasi kebijakan melalui media tradisional yang mana anggaran untuk kegiatan ini dibantu oleh H. Sofwan Sumadi selaku DPRD Jawa Tengah Fraksi PAN. Beliau menyampaikan bahwa program tahun ini akan melaksnakan pengadaan mobil dakwah sebagai sarana memudahkan masyarakat dalam
H. Abdul Shomad SE, selaku Ketua Pimpinan Cabang Pekajangan menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kegiatan Sosialisasi Kebijakan Melalui Media Tradisional ini sangat bermanfaat sekali, karena menjadikan Muhammadiyah dekat dengan budaya, khususnya di Pekajangan.

Dakwah melalui budaya memiliki keunggulan tersendiri. Budaya adalah cara hidup yang melekat pada suatu masyarakat, dan seringkali lebih mudah diterima daripada pendekatan langsung atau formal, kagiatan Sosialisasi Kebijakan Melalui Media Tradisional ini juga rencananya akan dilaksanakan di Wonosari, Doro untuk memeriahkan acara silaturahmi IGABA Kabupaten Pekalongan, tutur H. Sofwan Sumadi, DPRD Jawa Tengah.
Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd mengawali acara pengajian dengan sholawatan bersama dengan alunan gamelan wayang bersama para hadirin, dilanjutkan dengan duet dengan qori' kondang Muhammadiyah Pekalongan Ustadz Murokib. Dalam pengajiannya beliau menjelaskan makan takbir yang mana ungkapan pengagungan dan penghormatan terhadap kebesaran Allah dalam Islam. Makna dari takbir mencakup kesadaran akan keterbatasan manusia dan kekuatan serta kebesaran Allah yang tidak terbatas. Ungkapan "kita sejatinya tidak berdaya" mencerminkan kesadaran akan keterbatasan manusia dan pengakuan atas kekuatan dan kebesaran Allah yang tidak terbatas.
Setiap tindakan yang dilakukan untuk kepentingan Muhammadiyah memiliki potensi untuk mendatangkan pahala yang besar di hadapan Allah SWT. Hal ini karena Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang didirikan dengan tujuan mulia untuk memperjuangkan kebaikan, kemanusiaan, dan keadilan, serta untuk memperkokoh ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang dengan lokon “Bimo Ngaji” yang dibawakan oleh Ki H. Yusuf Wibisono, S.Ag (Dalam Kesenian Wayang Kulit, Kulu - Karanganyar), yang mengisahkan tentang perjalanan Bima dalam proses berguru kepada Begawan Drona untuk memperoleh ilmu Sangkan Paraning Dumadi atau ilmu Kesempurnaan Hidup.


Sumber Berita dari MPI PCM Pekajangan
Powered by Froala Editor