MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan kembali menggelar kegiatan pengajian Ahad Pagi di awal tahun 2025 yang kali ini diselenggarakan di Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ambokembang dengan menghadirkan narasumber Ustadz Pujiono, S.Si., MM, yang merupakan Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini, Ustadz Pujiono memberikan materi yang sangat bermanfaat bagi jamaah, yaitu "Tiga Langkah Meraih Hidup Barokah". Acara ini berlangsung pada hari Ahad, 5 Rajab 1446 H / 5 Januari 2025, bertempat di halaman SD Muhammadiyah Ambokembang yang disemarakkan PCM Pekajangan & jajarannya, PRM & PRA se-Cabang Muhammadiyah, AUM se-Cabang Pekajangan serta jamaah dari berbagai cabang sekitar. Mereka antusias mengikuti pengajian dengan penuh semangat, mendengarkan dan mendalami nasihat yang disampaikan oleh Ustadz Pujiono .
Ketua PRM Ambokembang, Drs. Suhandi berharap acara tersebut dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar sesama warga Muhammadiyah. "Kami mengucapkan terima kasih kepada semua jamaah yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, hubungan silaturahmi antara kita semakin erat," ujar Suhandi. Kegiatan tersebut menjadi momen yang penting untuk memperkokoh tali persaudaraan di lingkungan Muhammadiyah.
Abdul Shomad, SE selaku Ketua PCM Pekajangan dalam sambutannya menyampaikan kegembiraannya karena hadirnya jamaah yang banyak dan antusias hadir dalam pengajian Ahad Pagi walaupun dengan kondisi gerimis, serta beliau menghimbau kepada warga Muhammadiyah di Pekajangan untuk selalu berinteraksi atau grumungan walaupun beberapa orang, karena dari kumpulan tersebut bisa mengeluarkan ide-ide untuk mendirikan AUM atau mengembangkan amal usaha di wilayah masing-masing, tak lupa beliau juga menghimbau kepada warga Muhammadiyah yang belum mendaftarkan diri menjadi anggota Muhammadiyah untuk bisa membuat Kartu Tanda Muhammadiyah yang ada NBM nya melalui Kantor PCM Pekajangan

Mengawali pengajian Ustadz Pujiono menampilkan pentas wayang goleknya untuk menyemarakkan Pengajian Ahad Pagi. Wayang golek ini merupakan pentas yang menggabungkan seni budaya dan dakwah untuk mendekatkan warga Muhammadiyah kepada nilai-nilai agama islam, serta ideologi Muhammadiyah. Dilanjutkan dengan tausiyah menjelaskan langkah-langkah praktis yang dapat diambil untuk memperoleh hidup yang penuh keberkahan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat.
Dalam nasehatnya beliau mengingatkan bahwa waktu itu cepat dari muda tiba-tiba sudah tua, dan juga waktu itu bagaikan pedang, manfaat kan waktu serta waktu itu peluang atau kesempatan, kita masih diberikan waktu untuk beribadah Gusti Allah. Manusia seringkali terjebak dalam rutinitas harian yang padat, di mana setiap hari terasa seperti berjalan begitu cepat tanpa kita sadari. Tiba-tiba, waktu berlalu begitu cepat, dan kita merasa seperti telah kehilangan banyak waktu yang berharga. Bahkan, sepertiga hidup kita dihabiskan untuk tidur, yang sering kali dianggap sebagai waktu yang terbuang. Padahal, tidur itu sendiri memiliki makna dan adab dalam Islam yang dapat membawa pahala jika dilakukan dengan niat yang benar. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menerapkan adab-adab dalam Islam dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari, baik dalam pekerjaan, istirahat, interaksi sosial, maupun ibadah. Dengan niat yang tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah, setiap aktivitas dapat menjadi sarana untuk meraih pahala. Misalnya, ketika kita bekerja dengan ikhlas, beristirahat dengan cara yang sehat, atau bersosialisasi dengan cara yang baik, semuanya dapat menjadi amal yang bernilai jika dilandasi dengan adab Islam yang sesuai.

Langkah supaya hidup berkah, niati rutinitas harian sebagai ibadah wajib, sholat dhuha, melakukan sedekah, jika tidak bisa yang mahal bisa menanam pohon yg pahalanya sangat besar khususnya di zaman sekarang manfaat untuk manusia. seperti slogan "memayu hayuning bawono" memiliki arti “membuat dunia menjadi indah atau ayu”, setidaknya kita melestarikan lingkungan dengan menanam pohon, karena besar manfaat dari menanam pohon ini untuk lingkungan sekitar, membuat sumur untuk kemaslahatan masyarakat, memberikan mushaf kepada masjid atau yang membutuhkan, dan yang paling utama adalah anak yang sholih sholihah.
"Pikiran sing seneng, ati sing longgar" ujarnya supaya hidup tentram dan barokah dalam nasehatnya
Kegiatan pengajian ini merupakan bagian dari upaya Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan dalam meningkatkan pemahaman agama dan mempererat tali silaturahmi antar warga Muhammadiyah, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Semoga pengajian ini membawa berkah dan meningkatkan kualitas hidup umat Islam di daerah ini.


Sumber : MPI PCM Pekajangan
Powered by Froala Editor