MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, SURAKARTA - Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar Apel Akbar pada 20 September 2023 di Stadion Manahan, Surakarta. Dengan dihadiri oleh 25.000 pasukan Kokam.
Perwakilan Kokam dari Cabang Pekajangan telah mengirimkan perwakilannnya yaitu Ahmad Shidiq, Mundzakir, Muhammad Dwiqi Riza, Muhammad Abrori, Khairul Ahwan dan Ahmad Widodo
Perwakilan Kokam dari Cabang Pekajangan Di Dalam Stadion Manahan Solo
Apel Akbar Kokam Pemuda Muhammadiyah dihadiri Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu'thi, serta Panglima Tinggi Kokam sekaligus Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga turut menghadiri Apel Akbar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) di Stadion Manahan, Solo. Presiden Jokowi dijadwalkan berpidato di hadapan ribuan anggota Kokam dan kader Muhammadiyah dari berbagai daerah dan tiba di Stadion Manahan pukul 16.00 WIB dengan mengenakan batik berwarna corak dasar biru, Presiden Jokowi menaiki panggung bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas menyatakan bahwa perkembangan Indonesia harus tetap berjalan meskipun ada persaingan politik untuk mendapatkan kekuasaan. Selain itu, beliau juga mengajak agar menjaga perdamaian pada Pemilu 2024 nanti menjadi prioritas utama yang tidak boleh terkoyak
"Bapak Ibu sekalian yang saya hormati masyarakat tidak boleh terbelah karena pemilu, kedamaian juga tidak boleh koyak karena pemilu dan lompatan bangsa ini menuju kemajuan juga tidak boleh terhalang hanya karena perebutan kekuasan," tutur Presiden Jokowi, saat memberi sambutan pada Apel Akbar KOKAM di Solo, Jawa Tengah
Presiden Jokowi menyoroti bahwa dalam sistem demokrasi, perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa yang paling penting adalah menjaga persatuan dan kesatuan.
"Dalam demokrasi beda pilihan itu wajar, menang dan kalah itu juga wajar, adu argumen juga wajar, yang penting dan paling utama persatuan, kesatuan kita harus tetap kita jaga bersama-sama," tuturnya
Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa di masa yang akan datang, Indonesia memerlukan pemimpin yang memiliki konsistensi dan keberanian. Hal ini disebabkan oleh tantangan-tantangan yang dihadapi yang akan menjadi tugas yang tidak ringan.
"Saya meyakini bangsa kita telah dewasa dalam berdemokrasi tapi juga kita tidak bisa pungkiri potensi risiko akan tetap ada potensi ketegangan juga akan tetap ada dan di sinilah peran dan kontribusi organisasi sukarelawan organisasi pemuda seperti KOKAM Muhammadiyah sangat diperlukan," tutur beliau
Perwakilan Kokam dari Cabang Pekajangan Di Dalam Stadion Manahan Solo
.
Powered by Froala Editor