MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Pimpinan Ranting Muhammadiyah Podo Cabang Pekajangan Kabupaten Pekalongan meresmikan masjid Al-Hikmah sebagai pusat syiar Muhammadiyah di Desa Podo dan sekitarnya (15/112023), masjid dengan kapasitas 500 jamaah ini juga diharapkan menjadi pusat pengkaderan generasi Muhammadiyah yang ada di PRM Podo.
Peresmian Masjid Al-Hikmah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Podo ini sekaligus dengan acara pengajian umum yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag, sekaligus meresmikan renovasi Masjid Al-Hikmah yang sudah jadi. Turut hadir juga PDM Kabupaten Pekalongan, PCM Pekajangan dan tam undangan.

Peresmian Masjid Al-Hikmah ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Dr. KH. Tafsir, M.Ag, didampingi tokoh Muhammadiyah Pekalongan. Masjid ini dibangun dengan anggaran Rp. 1,5 miliar di atas tanah seluas 700 meter persegi, masjid ini merupakan milik Muhammadiyah yang berdiri sejak tahun 1988 namun dipugar pada tahun ini melalui dana swadaya warga Muhammadiyah Ranting Podo

Dr. KH. Tafsir, M.Ag, menekankan agar Masjid Muhammadiyah tidak hanya fokus pada kegiatan ritual ibadah saja, namun perlu dioptimalkan fungsinya sebagai pemberdayaan pengembangan kreatifitas budaya sehingga masjid dapat menjadi pusat peradaban, serta Masjid di Muhammadiyah masih terpaku pada dua penekanan yaitu ritual dan sosial, sementara seni budaya dan pemberdayaan itu masih banyak yang belum disentuh mudah-mudahan masjid di Muhammadiah tidak hanya tempat ritual dan sosial saja tetapi menekankan aspek kreativitas budaya dan pemberdayaan masyarakat sehingga masjid benar-benar menjadi pusat peradaban tempat ibadah.
Dr. Sumarno, M.Pd selaku Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah podo mengaku akan mengelola masjid AL-Hikmah ini lebih profesional dan kekinian yang ramah anak muda dan juga pengunjung luar yang mampir, fasilitas akan disediakan seperti koneksi WiFi dan makan minum gratis untuk jamaah masjid.
Masjid Al-Hikmah Podo ini menjadi tonggak perjalanan Muhammadiyah di Desa Podo ini sejak berdirinya tahun 1988, masjid ini kemudian menjadi pusat dakwah sampai saat ini dan butuh pembaruan/renovasi dan akhirnya dibangun ulang dari awal sehingga menjadi masjid yang baru dengan anggaran sekitar Rp. 1,5 miliar, luas tanah dan bangunan sekitar 700 meter perseg, dengan waktu pengerjaan bangunan 6 bulan dari swadaya murni Masyarakat Muhammadiyah.
Powered by Froala Editor