MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Dalam semarak Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, IMBS Miftahul Ulum Pekajangan kembali meneguhkan komitmennya dalam menanamkan nilai keikhlasan dan kepedulian sosial melalui kegiatan qurban yang dilaksanakan di tiga lokasi berbeda: Komplek pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan, PRM Pakis Putih Kedungwuni, dan Kandangserang. (7/6/2025)
Tahun ini, sebanyak 3 ekor sapi dan 12 ekor kambing disembelih sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah Swt. Kegiatan ini melibatkan santri secara aktif, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga distribusi daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Diawali dengan Pengajian di Tiga Lokasi
Rangkaian kegiatan dimulai pada malam hari dengan pengajian di masing-masing lokasi. Di Komplek IMBS Miftahul Ulum Pekajangan dan Kandangserang, pengajian diisi oleh Mudir IMBS Miftahul Ulum Pekajangan, Dr. Kyai Sumarno, S.Pd.I, M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang makna qurban sebagai simbol ketundukan dan keteladanan dalam beribadah kepada Allah.
"Qurban adalah latihan spiritual untuk menyembelih ego kita, bukan hanya menyembelih hewan. Inilah bentuk ibadah yang paling konkret dalam membangun kepedulian sosial," ujar Kyai Sumarno.
Sementara itu, pengajian di PRM Pakis Putih Kedungwuni diisi oleh Kyai Novianto, S.Pd.I, yang mengangkat tema "Qurban sebagai Sarana Pembentukan Karakter Sosial Umat". Ia mengajak jamaah untuk terus meneladani semangat berkurban Nabi Ibrahim a.s. dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.


Ketua Panitia: Ustadz Agus Kurniawan, SH Koordinasi Tiga Lokasi dengan Baik
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Ustadz Agus Kurniawan selaku Ketua Panitia Qurban 1446 H, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan.
"Alhamdulillah, kegiatan qurban tahun ini berjalan dengan baik di tiga lokasi. Ini semua berkat kerja sama santri, dewan asatidz, dan masyarakat yang turut mendukung. Qurban ini bukan hanya tentang daging, tapi tentang membagi kebahagiaan kepada sesama," tutur Ustadz Agus.
Waka Mudir Pengasuhan: Kyai Hamdani Masduki Tekankan Pendidikan Nilai
Menurut Wakil Mudir Bidang Pengasuhan, Kyai Hamdani Masduki, keterlibatan santri dalam seluruh rangkaian kegiatan qurban ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai media pendidikan karakter dan pembelajaran langsung tentang nilai keikhlasan, tanggung jawab, serta semangat berbagi.
"Santri kami libatkan mulai dari penyembelihan, pemotongan, pengemasan, hingga pendistribusian. Ini bagian dari pembelajaran yang tidak didapat dari kelas, tapi dari praktik kehidupan nyata,” ujar Kyai Hamdani.
Proses Penyembelihan dan Distribusi: Menguatkan Ukhuwah Islamiyah
Usai pengajian, prosesi penyembelihan dilaksanakan sesuai dengan tata cara syariat Islam. Santri dengan penuh antusias bekerja sama dalam menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyembelihan, pencacahan, hingga pengemasan dan pendistribusian daging qurban.
Daging qurban kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar di ketiga lokasi, termasuk kepada keluarga kurang mampu dan warga lansia. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat serta menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial pada diri para santri.
Qurban sebagai Pendidikan Sosial dan Spiritual
Kegiatan qurban tahun ini menjadi bukti nyata bahwa IMBS Miftahul Ulum Pekajangan tidak hanya mendidik santri secara akademik dan keagamaan, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang peduli dan siap berkontribusi untuk umat.
Semangat kebersamaan yang dibangun dalam kegiatan ini diharapkan akan terus tumbuh dan menjadi budaya pesantren, sehingga kelak para santri mampu membawa nilai-nilai Islam ke tengah masyarakat dengan penuh cinta dan pengabdian.


Kontributor : IMBS Miftahul Ulum Pekajangan
Powered by Froala Editor