MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, SEMARANG – Kabar membanggakan datang dari SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan. Sekolah ini menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional dengan mengirimkan tiga delegasi terbaiknya pada Workshop Akselerasi Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Hotel MG Setos Semarang, pada 26–27 Juni 2026.
SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan diwakili oleh Ibu Amilah selaku Kepala Sekolah, Bapak Zainur Bikhin, S.Pd. sebagai Guru Ekonomi, serta Bapak Drs. H. Pasrum Affandi sebagai Guru Pendidikan Agama Islam. Ketiganya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif bersama ratusan peserta dari berbagai SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Tengah.
Workshop bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.IPem., M.Eng., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Hadir pula perwakilan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah, KNEKS, serta Bank Indonesia Kantor Perwakilan Semarang sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi ekonomi syariah di sekolah-sekolah dan membangun sekolah percontohan di seluruh Jawa Tengah.
Sebanyak 450 peserta dari 150 sekolah mengikuti workshop yang menghadirkan narasumber dari KNEKS, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), BAZNAS Jawa Tengah, BPJPH Jawa Tengah, Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah, serta Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru mengenai ekonomi dan keuangan syariah sehingga mampu mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam proses pembelajaran maupun tata kelola sekolah.

Menjadi Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah
Program Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) merupakan program strategis untuk melahirkan sekolah yang menerapkan prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan syariah dalam kegiatan belajar mengajar maupun operasional sekolah sehari-hari.
Sekolah yang tergabung dalam SPES diharapkan mampu menjadi prototype bagi sekolah lain di kabupaten/kota masing-masing, sekaligus menyiapkan generasi yang unggul secara intelektual, berkarakter Islami, serta memiliki pemahaman yang kuat tentang ekonomi syariah.
Bagi SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Pekalongan, keikutsertaan dalam program ini menjadi langkah strategis untuk semakin memperkuat identitas sekolah sebagai lembaga pendidikan Islam modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Materi Lengkap dan Sertifikasi
Workshop dilaksanakan dengan melibatkan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Guru Ekonomi, dan Guru Pendidikan Agama Islam dari SMA, SMK, dan SLB di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta diwajibkan mengikuti pre-test 24 - 25 Juni 2026 dan post-test secara daring pada 1–5 Juli 2026 dengan nilai kelulusan minimal 70. Peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan amanah sebagai narasumber di wilayah masing-masing untuk menyebarluaskan implementasi Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah.
Komitmen SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan, Ibu Amilah, menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah dalam Workshop SPES merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan ekonomi di lingkungan sekolah.
Dengan bekal ilmu dan pengalaman dari workshop ini, SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan siap mengembangkan berbagai program pembelajaran, budaya sekolah, serta praktik ekonomi syariah yang inovatif sehingga mampu menjadi Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah di Kabupaten Pekalongan bahkan menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lainnya.
"SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan terus bergerak maju, mencetak generasi Islami, unggul, kreatif dan berkarakter, siap menjadi pelopor ekonomi syariah di masa depan."

Kontributor: Humas SMUHI
Powered by Froala Editor