MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI - Rapat Koordinasi & Lokakarya Bidang Tabligh & Kajian Keislaman se-Jawa Tengah, dengan tema "Meneguhkan Visi: Kemajuan Mubaligh Sebagai Pijakan Awal Memajukan Jawa Tengah" dilaksanakan pada Sabtu-Ahad (20-21/1/2024) di Ruang Demons Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Acara tersebut dihadiri PWM Muhammadiyah, DPD IMM Jawa Tengah, PDM Kabupaten Pekalongan, PCM Pekajangan, Rektorat UMPP Pekalongan beserta Tokoh Nasional Muhammadiyah.
Mengawali acara dalam sambutannya, Ketua Panitia mengemukaan bahwa tujuan dari pelaksanaan perkaderan sistematis mubaligh adalah untuk menciptakan sebuah sistem yang kokoh dan terstruktur dalam melaksanakan dakwah. Dengan adanya sistematisasi ini, para mubaligh dapat lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah tanpa terlalu khawatir dengan dinamika yang mungkin muncul di masa depan. Dengan kata lain, perkaderan sistematis mubaligh bertujuan untuk memberikan landasan yang kuat bagi setiap mubaligh, sehingga mereka dapat menjalankan tugas dakwahnya dengan lebih terorganisir dan fokus. Selain itu, perbaikan dalam perkaderan tabligh IMM Jawa Tengah menjadi suatu kebutuhan yang mendesak. Dengan memperbaiki perkaderan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas dakwah yang dilakukan di wilayah tersebut. Dengan demikian, IMM Jawa Tengah dapat menjadi kekuatan yang lebih solid dalam menyebarkan nilai-nilai dakwah dan memperluas pengaruh positifnya di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Untung Prasetyo Ilham, S.S selaku Ketua DPD IMM menjelaskan pentingnya mengorganisir sebuah kelompok atau organisasi dengan kesungguhan hati menjadi landasan utama dalam membentuk kader yang militan dan berkomitmen. Begitu juga dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah, di mana peran organisasi ini tidak hanya sebagai wadah pengembangan kader, tetapi juga sebagai wahana bagi anggotanya untuk memperdalam keilmuan keislaman dan aspek lainnya. Kesadaran akan pentingnya menghidupkan hati dalam berorganisasi menjadi kunci untuk menciptakan kader yang memiliki dedikasi tinggi terhadap perjuangan dakwah dan keislaman.
Selain itu, mengembalikan masjid sebagai pusat kegiatan dan gerakan IMM menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas organisasi. Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi keislaman dan tempat beraktivitasnya kader IMM. Dengan melibatkan masjid sebagai gerakan IMM, diharapkan organisasi ini dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam pengembangan potensi keislaman dan kaderisasi. Harapan utama dari pembentukan kader IMM adalah agar mereka menjadi amunisi yang kuat dalam melaksanakan dakwah di kalangan masyarakat. Kolaborasi yang sinergis antara kader IMM dengan struktur Muhammadiyah, dari tingkat ranting hingga tingkat cabang, menjadi pondasi kuat dalam memperkuat dakwah dan kontribusi positif organisasi di berbagai lapisan masyarakat.

H. Sofwan Sumadi, selaku DPRD Jawa Tengah Fraksi PAN dalam sambutannya berharap IMM akan melahirkan generasi yang memiliki dedikasi tinggi untuk berkarir di dunia politik. Namun, yang menarik adalah bahwa karir politik yang diharapkan bukan sekadar menjadi petugas politik biasa, melainkan individu yang berasal dari lingkungan Muhammadiyah dan membawa misi serta nilai-nilai keislaman dalam setiap langkahnya. Dengan demikian, diharapkan bahwa mereka tidak hanya menjadi pemimpin yang kompeten dan berkualitas di arena politik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mencerminkan nilai-nilai Muhammadiyah. Lebih dari sekadar memegang jabatan, generasi yang diharapkan ini diinginkan untuk kembali aktif di dalam organisasi Muhammadiyah setelah meniti karir politiknya. Dengan demikian, mereka bisa menjadi jembatan yang menghubungkan dunia politik dengan aktivitas dan program Muhammadiyah, membawa pengaruh positif dan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan masyarakat dan negara. Melalui perjalanan mereka dari Muhammadiyah, kembali ke Muhammadiyah, diharapkan bahwa akan terbentuk lingkaran yang harmonis antara dunia politik dan nilai-nilai keislaman yang ditanamkan oleh Muhammadiyah, memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan umat.
Sambutan selanjutnya dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, Dr. Hasan Bisri, M.Ag, beliau menjelaskan Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi yang besar, mungkin terasa luas dan mendalam dalam pengaruhnya, namun sering kali dihadapkan pada kesulitan untuk mencari para mubaligh yang mampu menjadi duta dakwahnya. Dalam menghadapi tantangan ini, prinsip silaturahim dan saling mengenal di antara anggota Muhammadiyah menjadi kunci utama. Silahturahim tidak hanya dianggap sebagai sebuah nilai positif, melainkan juga sebagai fondasi yang mendasar untuk membangun kolaborasi dan semangat dakwah bersama. IMM diharapkan memiliki kesiapan dan komitmen untuk tampil sebagai seorang mubaligh yang dapat memperkuat pilar agama dalam masyarakat. Kesiapan ini bukan sekadar terbatas pada pemahaman yang mendalam terhadap ajaran agama, tetapi juga melibatkan kemampuan berkomunikasi yang efektif, kepekaan terhadap kondisi sosial, dan pemahaman mendalam terhadap tantangan dan perubahan zaman. "Siapkan mubalignya dan berikan area dakwahnya" tandasnya.
Powered by Froala Editor