MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, BUARAN - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pekalongan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musyda) Periode Muktamar ke-VIII yang bertempat di Aula SMK Muhammadiyah Bligo dengan mengusung tema “Pemuda Berkeadaban Menuju Kabupaten Pekalongan Berkemajuan.” yang dihadiri oleh Perwakilan Bupati Kab. Pekalongan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Pekalongan, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kab. Pekalongan, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah, Kepala Dinpora Kab. Pekalongan, DPD PAN Kab. Pekalongan, Pimpinan Daerah Nasyiatul 'Aisyiyah Kab. Pekalongan, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kab. Pekalongan, PD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kab. Pekalongan, Kwaran Hizbul Wathon Kab. Pekalongan, Pimpinan Daerah Tapak Suci Kab. Pekalongan, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Anshor Kab. Pekalongan, Pimpinan Daerah Angkatan Muda Rifa'iyah Kab. Pekalongan, Pimpinan Pemuda LDII Kab. Pekalongan, Camat Buaran, Kapolsek Buaran, Danramil Buaran, PCM Bligo & Ortom, PCA Bligo, Kepala SMK Muh Bligo, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sapugarut, Lurah Sapugarut dan segenap Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan.
Gigih Setianto, M.Pd.I, selaku Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kab. Pekalongan dalam sambutannya menjelaskan ada sekitar 80 calon PDPM Kab. Pekalongan, dan kemudian disaring lagi sehingga muncul 31 nama calon tetap Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kab. Pekalongan yg siap untuk melanjutkan kepemimpinan yang memiliki kapasitas keilmuan dan keagamaan dalam menjalankan program Pemuda Muhammadiyah.
beliau menegaskan dalam menjalankan organisasi tidak hanya menggunakan modal waras atau menggunakan modal fisik saja tapi kita juga harus menggunakan akal pikiran dan hati serta perasaan kita, karena itu adalah potensi besar yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Taala kepada setiap kita manusia yang diharapkan oleh Allah bisa menjadi khalifatullah fil ardhi dengan sebenar-benarnya, oleh karena itulah maka dalam menjalankan organisasi Pemuda Muhammadiyah ini sebetulnya adalah penyatuan antara fisik akal dan hati kita untuk bersama-sama merencanakan, melakukan program-program dalam bingkai keagamaan dalam bingkai keilmuan dan dalam bingkai kemanusiaan.
Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah, Abdul Ghofar Ismail, SE, memberikan semangat kepada hadirin pemuda ketika umur sudah cukup dan siap untuk aktif di Pemuda Muhammadiyah yang mana batasan umur sudah ditentukan dalam ketentuan yang ada, tapi walaupun umur sudah diatas 40 tahun bukan berarti tidak muda lagi, jiwa muda harus diterapkan untuk melanjutan organisasi Muhammadiyah, serta menjadi kader pemuda perlu keikhlasan dan perjuangan, karena waktu kita akan kita gunakan untuk organisasi, adakalanya mengesampingkan keluarga dan pekerjaan, untuk itulah harus belajar ikhlas dan sabar.
Perwakilan PDM Kabupaten Pekalongan, Muhammad Mirwan, M.Pd.I menegaskan aktif di Pemuda Muhammadiyah itu harus karena niatan baik, buka karena mengisi waktu luang saja, tetapi harus betul-betul aktif di Pemuda Muhammadiah agar berguna. Karena pesan Rasulullah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, serta menekankan bahwa pendidikan itu sangat penting minimal SMA sebagai dasar dari tonggak pengurus organisasi, khususnya Pemuda Muhammadiyah.
Hasil Musyawarah Daerah Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Periode Muktamar VIII terpilih sebagai Ketua Umum adalah Mas Agung Dwi Hanggoro, A.Md.Kom (Kajen) dan Sekretaris Mas Miftahudin, SE., MM. (Bligo)

Mas Agung Dwi Hanggoro (Kiri) dan Mas Miftahudin (Kanan)
9 Formatur Terpilih Pimpinan Daerah Pemuda Muhamamdiyah Kabupaten Pekalongan
Powered by Froala Editor