pcmpekajangan

    Kantor

    Jl. Raya Pekajangan 285

    Pekalongan

  • Beranda
  • ORGANISASI
  • Kabar
  • Seputar Islam
  • Gerak & Landasan
  • MAJELIS, LEMBAGA & BPH
  • RANTING MUHAMMADIYAH
  • ORGANISASI OTONOM
  • AUM
  • TAUTAN
  • E-DOKUMEN
  • Beranda
  • ORGANISASI
  • Kabar
  • Seputar Islam
  • Gerak & Landasan
  • MAJELIS, LEMBAGA & BPH
  • RANTING MUHAMMADIYAH
  • ORGANISASI OTONOM
  • AUM
  • TAUTAN
  • E-DOKUMEN

Tokoh

  • Post
  • Tokoh

Postingan Terbaru

Zakat Produktif, Masjid Aktif: Lazismu Pekajangan Dorong Kemandirian dan Kesejahteraan Umat

Zakat Produktif, Masjid Aktif: Lazi...

20 August 2026

Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan Gelar MusQab, Siapkan Formatur Kepemimpinan Baru

Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 1 Pe...

15 August 2026

SMUHI Konsisten Membangun Budaya Sekolah Sehat, Sejak 2004

SMUHI Konsisten Membangun Budaya Se...

14 August 2026

Kolaborasi Hebat! SD Muhammadiyah Tangkil Tengah dan RSI Pekajangan Bersinergi Cetak Generasi Sehat Berprestasi

Kolaborasi Hebat! SD Muhammadiyah T...

4 August 2026

Ikrar Wakaf Mushola Nurul Huda Rengas Resmi Difasilitasi KUA Kedungwuni, Tonggak Penguatan Dakwah Muhammadiyah Rengas

Ikrar Wakaf Mushola Nurul Huda Reng...

3 August 2026

Tokoh

DIPOSTING PADA 20 August 2026 11:58 WIB

...

 Ketika Persyarikatan Muhammadiyah berdiri pada 18 November 1912, ada delapan nama yang tercatat sebagai pengurusnya. Antara lain KH. Ahmad Dahlan (Ketua Umum), Abd Siratj (Sekretaris), dan anggotanya: Haji Akhmad, H. Abdurrahman, R. Haji Sarkawi, H. Muhammad, R.H. Jaelani, H. Anies, dan H. Muhammad Hakih.


Jelang KH Ahmad Dahlan wafat di usia 54 tahun pada 23 Februari 1923, Muhammadiyah yang telah berusia 10 tahun berkembang ke beberapa daerah Karesidenan seperti Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, dan Pekajangan.


Hingga tahun 1922 Muhammadiyah telah memiliki 15 Cabang di seluruh Indonesia. Pimpinan Pusat (hoofdbestuur) Muhammadiyah sendiri mengurusi 1.230 anggota resmi yang di daerahnya belum memiliki cabang.


Sebelum wafat, KH. Ahmad Dahlan tetap bergerak aktif mendakwahkan Islam dan Muhammadiyah. Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jawa Tengah (1977) mencatat secara lengkap agenda dakwah pendiri Muhammadiyah pada tahun 1922. Antara lain;


7 Januari 1922                 : Bersama Nyai Dahlan pergi membuka rapat Muhammadiyah di kota Banyuwangi, Jawa Timur.


25 Januari 1922               : Bersama Muhammad Kusnie dan R.M Prawirowiworo, pergi ke Solo mengesahkan pendirian Muhammadiyah Cabang Solo.


28 Januari 1922               : Bersama Haji Fakhruddin dan M. Abdullah pergi ke Betawi (Jakarta) untuk mengadakan propaganda bagi pendirian sebuah sekolah guru agama Islam.


30 Januari 1922               : Bersama Haji Fakhruddin dan M. Abdullah pergi ke Probolinggo, Jawa Timur untuk menyerahkan ijazah kepada ulama-ulama di sana.


14 juni 1922                     : Bersama Nyai Dahlan dan Siti Umamah pergi ke Nganjuk, Jawa Timur untuk menghadiri rapat ulama


8 Juli 1922                        : Bersama M. Abdullah melanjutkan pimpinan rumah tangga Muhammadiyah Cabang Kepanjon


6 Agustus 1922                : Bersama dengan M. Ng Joyosugito dan Muhammad Usnie membuka pengajaran agama Islam di sekolah Hogere Kweekschool voor Indlandsche Onderwijzers (sekolah guru tinggi untuk bumi putera) di Purworejo, Jawa Tengah.


7 Agustus 1922                : Bersama H. Sisyam membantu usaha pendirian sekolah agama Islam di Kepajen.


9 September 1922          : Bersama Nyai Dahlan pergi ke Pekalongan dan Pekajangan untuk menggiatkan pengajian Muhammadiyah


12 September 1922        : Melangsungkan tabligh akbar dalam rapat umum Sarekat Islam di Bangil


21 September 1922        : Bersama r R.M Prawirowiworo pergi mengurus pengajaran agama Islam di HKS Purworedjo yang dihentikan oleh Regent (bupati)


4 November 1922           : Bersama Nyai Dahlan dan M. Tayib memimpin rapat akbar yang diselenggarakan R.M Dirjo (penghulu landraad) di Purwokerto. Selain itu, KH Ahmad Dahlan juga membuka pengajaran agama Islam di Osvia Magelang bersama M. Ng. Joyosugito.


14 November 1922         : Bersama Nyai Dahlan memimpn rapat Muhammadiyah di Salam, Magelang


18 November 1922         : Bersama M. Ng. Joyosugito menghadiri rapat ulang tahun ke-10 Muhammadiyah di Solo


23 November 1922         : Mengadakan rapat agama Islam dalam Perkumpulan Daerah Dalem di Surakarta


29 November 1922         : Bersama Nyai Dahlan berusaha menanamkan benih Muhammadiyah di Tosari dan membantu pendirian sebuah masjid di sana. (afn)


Powered by Froala Editor

Pimpinan Cabang Muhammadiyah
Pekajangan

© Copyright 2023 PCM Pekajangan. All Rights Reserved.