MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI — Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan kembali digelar dengan penuh semangat dan antusiasme jamaah. Kali ini, kegiatan diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ambokembang bertempat di halaman Kompleks IMBS Miftahul Ulum Pekajangan, Ahad (6/9/2026).
Pengajian menghadirkan pemateri utama Ustadz Sapto Suhendro, S.Ag., M.Pd., selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pemalang. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan tausyiyah dengan tema “Tajdid Nafs: Pembaruan Diri Berkelanjutan hingga Akhir Hayat.”
Kegiatan ini dihadiri jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Pekajangan, seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Cabang Pekajangan, AUM, Ortom serta para santri IMBS Miftahul Ulum Pekajangan.
Ketua PRM Ambokembang, Drs. Suhandi, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Pengajian Ahad Pagi dapat terlaksana sesuai dengan harapan.
“Atas nama PRM Ambokembang, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, Bapak-Ibu jajaran yang ada, support dari PCM dan para donatur, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana sesuai harapan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada IMBS Miftahul Ulum Pekajangan yang telah menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan. Halaman kompleks tersebut juga akan digunakan dalam waktu dekat untuk kegiatan Panggung Gembira IMBS Miftahul Ulum Pekajangan dalam waktu dekat ini.
Sementara itu, Sekretaris PCM Pekajangan, Lukman Hakim, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan sejumlah informasi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, salah satunya terkait perkembangan layanan kartu anggota Muhammadiyah.
Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan kartu anggota Muhammadiyah yang sebelumnya dilakukan di spot Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, tapi kini telah berkembang dengan memanfaatkan aplikasi MASA yang dapat diunduh melalui Play Store sehingga pembuatan sudah bisa dilakukan secara mandiri dan online.
“Sekarang sudah menggunakan aplikasi MASA yang bisa diunduh di Play Store. Aplikasi ini lengkap ada jadwal sholat sesuai ketentuan tarjih, ada kalender hijriyah dan masih banyak lainnya yang terintegrasi,” jelasnya.
Selain itu, Lukman Hakim juga menyampaikan perkembangan pengelolaan Lazismu PCM Pekajangan yang saat ini telah menggunakan sistem informasi dengan pemindaian barcode yang sudah dibagikan kepada jamaah. Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi pengelolaan kaleng infak.
“Lazismu PCM Pekajangan sudah menggunakan sistem informasi scan barcode sebagai bentuk transparansi kaleng infak,” terangnya.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat 312 kaleng infak yang tersebar di area PCM Pekajangan. Dana yang dihimpun melalui kaleng infak tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan, di antaranya operasional ambulans dan kegiatan pengajian.
Ke depan, PCM Pekajangan menargetkan jumlah kaleng infak tersebut dapat terus bertambah hingga mencapai 1.000 kaleng.
Dalam tausyiyahnya, Ustadz Sapto Suhendro, S.Ag., M.Pd., terlebih dahulu mengulas sejarah Muhammadiyah Pemalang yang memiliki keterkaitan erat dengan Muhammadiyah Pekajangan sejak masa lalu.
Ia mengungkapkan bahwa dahulu PCM Comal masih menjadi ranting dari PCM Pekajangan. Selanjutnya, PCM Comal turut memberikan dukungan terhadap perkembangan Muhammadiyah di wilayah Pemalang.
Mengawali materi, Ustadz Sapto mengutip firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 122 sebagai penyemangat bagi jamaah untuk terus menuntut ilmu dan memperdalam pemahaman agama.
۞ وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَࣖ ١٢٢
“Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi (tinggal bersama Rasulullah) untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya?”
Ia menggambarkan bahwa tidak semua orang menghabiskan waktu pagi dengan berbagai aktivitas di luar, tetapi sebagian lainnya memilih hadir dalam pengajian sebagai bagian dari ikhtiar untuk mendapatkan ilmu dan memperkuat pemahaman keislaman.
"Tidak semua sekolah itu di negeri atau swasta, harus ada ada di pesantren, tidak semua pagi ini berada di car freeday alun-alun, ada juga yang mengikuti pengajian dalam upaya memperdalam ilmu agama dan memperkuat dakwah Islam." ujarnya
Lebih lanjut, Ustadz Sapto menyampaikan pesan utama bahwa setiap manusia perlu mempersiapkan bekal kehidupan agar hidup yang dijalani memiliki makna dan pada akhirnya memperoleh husnul khatimah.
Setidaknya, terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam kehidupan.
Pertama, hablu minallah, yaitu hubungan manusia dengan Allah SWT. Ia mengingatkan jamaah untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, terutama salat.
Ia menyoroti fenomena semakin rendahnya perhatian anak-anak terhadap salat. Karena itu, perbaikan harus dimulai dari diri sendiri dengan memperbaiki salat dan membangun keteladanan dalam keluarga.
Kedua, habluminnannas, yaitu hubungan dengan sesama manusia. Dalam kehidupan sosial, seseorang hendaknya mampu menghadirkan kegembiraan, saling memaafkan, serta memberikan manfaat bagi orang lain.
Menurutnya, seseorang yang memiliki kekayaan dapat menjadikannya sebagai sarana untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Demikian pula ketika seseorang aktif dalam organisasi, kesempatan tersebut dapat menjadi ladang amal dan sarana untuk memberikan kemanfaatan yang lebih luas.
Ketiga, menyiapkan generasi yang lebih baik. Ustadz Sapto mengingatkan pentingnya perhatian orang tua dalam mendidik dan mengawasi putra-putrinya di tengah berbagai tantangan pergaulan.
Ia menyinggung bahaya pergaulan LGBT yang menurutnya telah masuk ke berbagai lini kehidupan. Karena itu, orang tua diharapkan lebih berhati-hati dan meningkatkan pengawasan serta pendampingan terhadap putra-putrinya. Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur'an telah menjelaskan mengenai fitrah manusia.
Melalui tema Tajdid Nafs, Ustadz Sapto mengajak seluruh jamaah untuk tidak berhenti melakukan pembaruan dan perbaikan diri. Perubahan tersebut tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi proses berkelanjutan sepanjang kehidupan hingga akhir hayat.
Pengajian Ahad Pagi PCM Pekajangan tersebut pun menjadi momentum untuk memperkuat semangat jamaah dalam menuntut ilmu, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, serta bersama-sama menyiapkan generasi yang lebih baik.
Kontributor : MPI PCM Pekajangan
Powered by Froala Editor