MUHAMMADIYAHPEKAJANGAN.OR.ID, KEDUNGWUNI – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antarwarga, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pekajangan Barat 2 menggelar kegiatan Pengajian Halal Bihalal pada Jumat (3/4/2026). Acara yang berlangsung di Masjid Istiqomah Pekajangan Gang 10 ini dihadiri oleh PCM Pekajangan, PCA Pekajangam serta segenap warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Pekajangan Barat 2 dengan penuh antusias.
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Dr. KH. Ali Trigiyatno, M.Ag, yang merupakan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Para jamaah tampak khidmat mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci al-qur'an, sambutan, dan dilanjutkan dengan tausiyah.
Ketua PRM Pekajangan Barat 2, Haryudi, SE, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pada momentum yang penuh berkah ini, kami mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kerja sama yang telah terjalin. Kami juga memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh jamaah,” ujarnya.

H. Abdul Shomad, S.E selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik dan lancar. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin, seraya berharap momentum Halal bi Halal ini menjadi sarana untuk saling memaafkan serta membersihkan hati dari segala khilaf dan kesalahan.
Dalam kesempatan tersebut, beliau turut mengapresiasi PRM Pekajangan Barat 2 yang dinilai luar biasa dalam mempersiapkan dan menyukseskan acara, baik dari segi kekompakan, partisipasi, maupun semangat kebersamaan yang ditunjukkan. Menurutnya, hal ini menjadi contoh positif dalam membangun sinergi di tingkat ranting.
Dalam tausiyahnya, Dr. KH. Ali Trigiyatno menekankan pentingnya makna halal bihalal sebagai sarana untuk menyambung kembali hubungan silaturahmi yang mungkin sempat terputus. Ia menyampaikan bahwa Halal bi Halal bukan sekadar tradisi seremonial pasca Idul Fitri, melainkan momentum penting untuk mengurai segala bentuk kesalahpahaman dan konflik yang selama ini mungkin mengendap dalam hati. Ia mengibaratkan hubungan antarmanusia seperti benang yang kusut, yang perlu diurai dengan kesabaran dan keikhlasan agar kembali tersambung rapi dalam jalinan silaturahmi yang harmonis. Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya untuk segera meminta maaf kepada siapa pun yang pernah kita sakiti, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, serta kepada mereka yang mungkin pernah kita zalimi.
“Halal bihalal itu menjadi ajang mempertemukan kembali orang-orang yang jarang bertemu, bahkan yang sebelumnya tidak pernah bersua, sehingga terjalin kembali hubungan yang harmonis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa silaturahmi memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah dapat memperluas rezeki dan memperpanjang umur. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga dan memperkuat hubungan sosial dengan sesama.
Ia juga menambahkan bahwa dalam tradisi masyarakat terdapat toleransi waktu selama tiga hari untuk saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Namun, memasuki hari keempat dan kelima, hubungan tersebut seharusnya sudah kembali rukun, tanpa menyisakan ganjalan di hati. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menganjurkan penyelesaian masalah secara cepat dan tidak berlarut-larut.
Beliau juga menegaskan bahwa amalan yang paling ampuh dalam menjaga keharmonisan hubungan adalah dengan saling memberi maaf lahir dan batin. Sikap ini menjadi kunci utama dalam membangun kembali kepercayaan dan mempererat ukhuwah. Dengan hati yang lapang dan penuh keikhlasan, setiap individu diharapkan mampu menyingkirkan ego serta membuka lembaran baru yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan pengajian halal bihalal ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan Pekajangan Barat 2.


Kontributor: Shofani (MPI PCM Pekajangan)
Powered by Froala Editor